Alat Musik Tradisional Maluku Utara beserta Penjelasannya

Alat Musik Tradisional Maluku Utara

Mengetahui beragam alat musik tradisionil di Indonesia memanglah tak ada habisnya. Hal semacam ini memberikan begitu Indonesia yaitu negara yang mempunyai kekayaan alam serta budaya yang mengagumkan. Begitupula dengan propinsi Maluku Utara. Keindahan, kekayaan serta keanekaragaman budaya di Maluku Utara tidak juga akan habis digambarkan dalam satu menulis kecil ini yang juga akan sedikit mengulas sebagian Alat Musik Tradisional Maluku Utara.

Alat Musik Tradisional Maluku Utara

Alat Musik Tradisional Maluku Utara
Gambar Alat Musik Tradisional Maluku Utara

Maluku Utara yaitu satu diantara propinsi di Indonesia yang resmi terjadi pada tanggal 4 Oktober 1999. Ibukota Maluku Utara awal mulanya yaitu adalah Kota Ternate, walau demikian sesudah jalan sepanjang 11 th. bersamaan dengan kesiapan infrastruktur, Ibukota Propinsi Maluku Utara jadi Sofifi yang terdapat di Pulau Halmahera yang disebut pulau paling besar di Maluku Utara.

Alat musik tradisionil yang di kenal di Maluku Utara biasanya dikenal juga di Propinsi Maluku. Hal semacam ini karna Maluku Utara adalah pemekaran dari Propinsi Maluku. Serta di bawah ini kita juga akan coba mengetahui macam Alat Musik Tradisionil dari Maluku Utara.

1. Bambu Hitada

Musik Bambu Hitada yaitu adalah satu bentuk pertunjukan seni musik kebiasaan hasil kreativitas orang-orang Halmahera di Halmahera Maluku Utara yang berperan jadi hiburan, ataupun kelengkapan upacara, seperti upacara perkawinan atau upacara syukuran.

Mengenai dalam pertunjukan musik bambu hitada memakai sebagian alat musik tradisionil yang di kenal orang-orang Maluku Utara diantaranya bambu hitada sendiri, cikir, juk serta biola tradisionil.

Bambu hitada sendiri di buat dari ruas -ruas bambu (umumnya terbagi dalam 2 ruas) dengan panjang sekitaran 1, 75 m. Ruas bambu ini di beri lubang hingga hasilkan suara (tone). Pada satu bambu dengan bambu yang lain di beri lubang yang berlainan hingga hasilkan suara yang tidak sama juga. Supaya penampilan bambu hitada ini lebih menarik, jadi sisi luar bambu dicat warna warni.

Batang bambu dibunyikan lewat cara dibanting tegak lurus di tanah atau apabila diatas ubin mesti dialas dengan karung goni.

2. Cikir

Cikir adalah satu alat musik tradisionil yang dipakai pada pertunjukan musik bambu hitada dari Halmahera Propinsi Maluku Utara. Alat musik Cikir ini sebenarnya termasuk ke dalam alat musik yang begitu simpel, kenapa? Karena alat musik ini terbuat dari bahan yang sangat sederhana dan mudah dicari yaitu, alat musik dibuat menggunakan bahan batok kelapa utuh yang nantinya bagian dalamnya akan dimasukkan kerikil kecil-kecil.

Cara memainkan alat musik Cikir ini juga sederhana sama seperti bahan yang digunakan yaitu, hanya dengan di goyang-goyangkan sesuai irama maka kerikil yang ada di dalam batok akan saling berbenturan dengan batok kelapa sehingga akan memunculkan bunyi-bunyi.

3. Leko Boko/Juk

Juk/Leku Boko yaitu alat musik tradisionil dari Maluku Utara yang terbuat dari kayu. Juk atau leku boko yaitu alat musik petik semacam gitar. Awal mulanya, senar juk di buat dari usus kuskus atau kucing rimba. tetapi sekarang ini senar juk sudah memakai empat utas senar dari plastik. (Sumber : alatmusik.org)

Leku boko dimainkan dengan heo (biola bersenar empat). Leku boko disini memiliki fungsi yaitu sebagai alat musik yang menciptakan keserasian lagu dengan alat musik lainnya, lain halnya dengan heo, alat musik ini sendiri memiliki peran yaitu berguna untuk penentu melodi pada sebuah lagu yang dimainkan. Terkecuali dipakai pada pertunjukan seni musik bambu hitada, alat musik tradisionil dari Maluku Utara ini dipakai untuk menyemarakkan pesta kebiasaan, jadi musik pengiring tarian, lagu-lagu daerah serta pantun.